Jelang 17 Agustus Muncul Pedagang Umbul Umbul dan Bendera Musiman di Lambar

  • Bagikan
Foto : Istimewa (doc HE)
banner 468x60

LAMPUNG BARAT(DL) – Jelang peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 agustus di setiap tahunnya, pedagang umbul umbul dan bendera musiman di Lampung Barat (Lambar) mulai berdatangan.

Salah satunya terpantau menjajakan barang dagangan di Trotoar, pagar depan masjid Agung Baiturrahim Komplek Pemkab Lambar, kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit.

Penjual asal Garut Jawa Barat, Ade, mengatakan dirinya tiba di Lambar kemarin, Rabu (28/7/2021).

“Sudah dua hari mas berjualan mencari peruntungan dari berjualan umbul-umbul dan bendera,” kata Ade saat ditemui Di tengah kesibukannya, Kamis (29/7/2021).

Ade mengatakan dirinya hanya berdagang memanfaatkan kesempatan jelang hari kemerdekaan, karena kata dia Dirgahayu Republik Indonesia tersebut mayoritas masyarakat membutuhkan bendera sebagai ueforia memperingati hari penuh sejarah bangsa.

“Saya setahun sekali ke Lambar untuk berjualan, dan ini bukan kali pertama. Saya sudah 14 tahun berjualan di tempat ini mas,” jelasnya.

Ade pun menjelaskan jenis jualan dan variasi harga yang dijajakan, yang mengundang perhatian mata itu. Dimana untaian kain dominan warna merah putih itu terpampang di sebelah bahu jalur dua setempat.

“Macam macam mas, kalo umbul-umbul harganya 25 ribu, sedangkan bendera merah putih ukuran 1 meter (m) x 80 centimeter (cm) 70 ribu, 1 m x 50 cm dipatok 50 ribu, sedangkan 1 m x 20 cm hanya 30 ribu dan bendera kecil yang biasa dipasang pada spion kendaraan bermotor itu ia tarif Rp. 5000,” rincinya.

“Kalo untuk background yang biasa dipasang di atas pelapon perkantoran itu agak lumayan mas harganya 300 ribu ukuran 10 meter,” imbuhnya.

Pedangan musiman yang jauh dari Jawa Barat tersebut optimis mendapat keuntungan di tengah pandemi Covid-19, walau kata dia di tahun lalu terbilang merugi.

“Semenjak corona ini kurang untungnya mas, terlebih 2020 lalu modal saya 30 juta untuk berjualan tetapi cuma dapat duit 14 juta, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya,” papar dia.

Karena kata Ade, tahun sebelum pandemi Covid-19 dirinya mengatakan dagangan yang dijajakan labanya lebih menguntungkan.

“Kalo sebelum pandemi, normalnya dari 50 kodi yang saya jajakan itu laku semua saya bisa untung 40 jutaan paling minim mas, tapi sejak pandemi ini ya enggak nyampe segitu,” ujarnya

Kendati kurang menguntungkan kata Ade, dirinya optimis. Mengingat untung maupun rugi merupakan konsekuensi dalam usaha khususnya dalam berjualan.

“Selain saya yang berjualan ada juga kawan-kawan dari garut yang dagang di daerah Ham Tebiu mas,” tukasnya.

banner 400x130
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.