Ismun Minta DPP MKGR non aktifkan ketua MKGR Lampung

  • Bagikan
Foto : Istimewa (doc HE)
banner 468x60

LAMPUNGBARAT, harianeksekutif.com – Ketua DPD Partai golkar Lampung Barat Ismun Zani meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) meninjau kembali kinerja ketua DPD MKGR Lampung Nizwar Affandi yang di nilai selalu mengkritisi kinerja Pemerintah Provinsi Lampung dari sudut pandang subjektifnya saja.

Pernyataan Ismun Zani tersebut menanggapi kritik Nizwar Affandi yang menurutnya selalu bernada sinis dan terkesan menghakimi kinerja Gubernur Lampung Arinal Junaidi, yang terkesan hanya untuk kepentingan politik saja.

Dikatakan Ismun.  Sabtu (13/10/2021), sebagai seorang pimpinan organisasi besar Nizwar Afandi harus objektif dalam menilai kinerja seorang Gubernur, sebab kritikan yang dilontarkan Nizwar tanpa di dasari dengan fakta serta capaiyan dilapangan dan di semua sektor.

“DPP MKGR harus meninjau ulang kinerja ketua DPD MKGR Lampung yang selalu tidak objektif dalam menilai kinerja kepemimpinan Gubernur tanpa didasari fakta dilapangan,”ungkap Ismun.

Ismun mengatakan, dalam setiap memberikan penilaian sebagai salah satu pengamat kebijakan publik Nizwar dianggap hanya ingin mencari panggung dan seolah ingin menjatuhkan martabat Arinal sebagai Gubernur belaka.

“Sebagai Pimpinan organisai Kalau mengkritik harus objektif dengan niatan membangun, bukan untuk tujuan niatan yang buruk. Kalau niatannya gak bagus ya gak akan ada bagusnya kerja pemerintah,”tegas Ismun

Salah satu contoh kata Ismun, pandemi Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak awal tahun 2020 lalu berdampak serius terhadap perekonomian, baik global, nasional maupun lokal (daerah).

Hampir semua kepala daerah merasa kesulitan dalam meningkatkan pembangunan karena hampir semua kekuatan fokus pada penangan pencegahan Covid-19.

“Tapi Alhamdulillah di musim pandemi Covid-19 yang berlangsung dua tahun, Gubernur Lampung dan seluruh jajaran masih menunjukkan kinerja positif dengan berbagai indikator seperti peningkatan ekonomi, penghargaan dari pemerintah pusat dan sektor pertanian justru meningkat. Jadi, harus obyektif dalam menilai seseorang,” kata Ismun.

Ismun menilai Gubernur Lampung telah bekerja maksimal di bidang pertanian, sambung Aprozi. Ini dapat dibuktikan dengan penghargaan bidang pertanian dari pemerintah pusat, yaitu Peringkat Satu Peningkatan Produksi Padi Tertinggi Nasional Tahun 2019-2020.

Selain mendapat penghargaan dalam peningkatan produksi padi, Gubernur Lampung juga dianggap berhasil dalam peningkatan sumber daya manusia, Pemprov Lampung juga mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE). Anugerah tersebut merupakan penghargaan yang diberikan kepada Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan peran para pimpinan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dalam pelaksanaan strategi pengarusutaamaan gender (PUG).

“Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung telah menempatkan isu pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu sentral dalam visi dan misi nya pada periode 2019 — 2024, yakni dengan berkomitmen melaksanakan strategi mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender antara perempuan dan laki-laki didalam pembangunan. Serta untuk meningkatkan kualitas sumber daya menusia melalui upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan kaum difabel, sesuai dengan visi-misi ketiga yaitu untuk mewujudkan Provinsi Lampung yaitu Rakyat Lampung Berjaya,” tegas Ismun.

Jadi menurut Ismun, apa yang disampaikan oleh Nizwar Affandi sangat tidak objektif dan menilai itu disebabkan ada kepentingan politik saja,.

“Saya berharap jangan ketidaksukaan dan kebencian kita terhadap seseorang membuat kita tidak adil dan tidak objektif, hargailah kerja keras Pak Gubernur Arinal dan Bu Nunik yang telah maksimal bekerja dengan segudang prestasi,”pungkas Ismun.

banner 400x130
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *